Ketika si puan berbicara, santun tata bahasanya, enak untuk didengarkan, mau untuk mendengar orang lain berbicara.

Namun kontras ketika si fulan yang berbicara. Nadanya keras seolah dia yang paling tahu dunia, terkesan menggurui.

Sesungguhnya lidah tiada bertulang, jemari hanya patuh pada pikiran.
apa yang keluar dari mulut, dan pula yang telah tertulis, hanya sebagian pribadi seseorang.

Jika hijau itu daun, ternyata daun juga ada coklat dan ungu.

be respect, and you get more friend.